Aksi Nyata Modul 3.3
Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Program Pelatihan Karya
Tulis Ilmiah (KTI) Remaja
Oleh
TITIK YULIANA, S.Pi
Calon Guru Penggerak Angkatan 3 Kabupaten Kampar
Peristiwa (Fact)
Latar Belakang
Peningkatan IPTEK
menuntut pada peningkatan kualitas SDM Indonesia agar mampu bersaing dengan
negara-negara lain pada era 4.0. Sejalan dengan pemikiran tersebut, maka perlu
ditingkatkan intensitas pembinaan kegiatan ekstrakurikuler di bidang penulisan KTI remaja sebagai
bentuk penerapan proses pembelajaran berbagai mata pelajaran. Dari penuturan
tersebut mengacu kepada:
1. Berdasarkan filosofi Ki Hadjar Dewantara
yaitu Pengajaran merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu atau faedah
untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin.
2. Pelajar yang bernalar kritis mampu secara
objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif (voice).
Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan sesuai dengan minat (choice).
Menganalisis dan mengevaluasi penalaran serta mampu merefleksi dan mengambil
keputusan.
3. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid mendorong murid untuk mengambil kontrol dan bertanggung jawab pada proses pembelajarannya sendiri (ownership).
Tujuan
Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Remaja di SMAN 2 Tambang memiliki
tujuan:
1) Untuk meningkatkan daya nalar kritis,
kreatifitas dan kemandirian siswa kelas XII untuk mengeluarkan ide dan
gagasannya secara ilmiah.
2) KTI tersebut menjadikan salah satu persyaratan bagi siswa untuk
menamatkan studi di SMAN 2 Tambang.
3) Merangsang siswa untuk mengimplementasikan metode, teknik, serta prosedur ilmiah.
Deskripsi Aksi Nyata
Kegiatan diawali dengan mengomunikasikan dengan kepala sekolah, wakil bidang kurikulum dan guru mata pelajaran tentang program tersebut. Setelah disepakati, maka wakil bidang kurikulum menginformasikannya kepada siswa terkait karya tulis yang akan dibuat oleh siswa melalui whatsapp group. Menentuakan pembimbing, membuat sistematika penulisan dan tema tulisan yang akan mereka kembangkan sesuai dengan bakat masing-masing. Setelah itu guru pembimbing mengadakan pertemuan dengan siswa baik secara luring maupun melalui daring di whatsapp grup untuk membuat kesepakatan terkait waktu penyelesaian KTI yang akan dibuat dan kapan KTI tersebut akan dikumpul. Berdasarkan hasil kesepakatan yang dibuat kurun waktu pembuatan KTI yaitu selama dua minggu. Selain itu, guru pembimbing dan siswa juga membuat kesepakatan terkait waktu pertemuan bimbingan penulisan.
Selama proses pembuatan hasil karya, guru melakukan monitoring pelaksanaan pengerjaan tugas KTI melalui pertemuan luring maupun grup whatsapp. Setiap saat para siswa melaporkan progres pengerjaan tugasnya dan menyampaikan hambatan-hambatan atau kendala-kendala yang dihadapi dalam pengerjaan pembuatan KTI tersebut. Guru memberikan bimbingan dan arahan-arahan agar siswa dapat menyelesaikan KTI dengan baik dan tepat waktu. Setelah waktu berlalu selama dua minggu, siswa mengumpulkan hasil KTI mereka ke sekolah sesuai jadwal yang telah disepakati. Kegiatan terakhir guru bersama-sama siswa mengevaluasi pelaksanaan program ini.
Hasil Aksi Nyata
Melalui program KTI ini perlahan-lahan kreatifitas siswa mulai muncul, namun untuk mengetahui siswa sudah meningkat atau belum kreatifitasnya diperlukan kegiatan yang berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga guru dapat melakukan penilaian yang lebih komperhensif. Berdasarkan dari hasil KTI siswa yang telah dikumpulkan ke sekolah ada beberapa siswa yang sudah mampu membuat KTI yang sedikit berbeda dari yang dibuat oleh temannya pada umumnya. Keberhasilan siswa dalam membuat KTI yang sedikit berbeda dari biasanya tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan orangtua.
Perasaan (Feeling)
Dari sisi siswa yang saya lihat perasaan yang muncul yaitu siswa merasa bersemangat dalam menyelesaikan tugas KTI-nya karena tema yang dipilih sesuai dengan minat, bakat, dan potensinya. Selain itu siswa merasa lebih dihargai atas karya mereka walaupun hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan. Pada saat siswa kurang disiplin dalam melaksanakan program, guru pembimbing memiliki keterlibatan yang sangat penting untuk memberikan motivasi.
Dari sisi saya sebagai guru yang saya rasakan yaitu merasa senang karena siswa sangat bersemangat dalam menyelesaikan tugas. Selain itu saya juga merasa bangga karena ada beberapa anak yang mampu membuat KTI yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Siswa yang saya kira akan membuat KTI yang biasa-biasa saja namun ternyata mampu membuat dalam bentuk yang sangat bagus.
Pembelajaran (Finding)
Hambatan yang Ditemui
Selama pelaksanaan program ini salah satu hambatan terbesar yang ditemui yaitu plagiat terhadap hasil karya orang lain. Meminta bantuan orang lain untuk membuat KTI tersebut dengan alsan asal mengumpulkan saja. Selain itu kurangnya komunikasi dengan beberapa siswa dikarenakan terkendala jaringan internet. Sehingga saya tidak dapat melakukan pembimbingan dengan maksimal terhadap beberapa siswa tersebut, sehingga waktu pengumpulan tugas ada beberapa siswa yang terlambat mengumpulkan.
Keberhasilan yang Diraih
Keberhasilan dari program ini yaitu ada beberapa siswa yang sudah mulai muncul kreatifitasnya. Ini dapat dilihat dari KTI yang dibuat yang sedikit berbeda dari yang dibuat secara umum oleh teman-temannya. Selain itu, melalui program ini dapat meningkatkan keterlibatan orangtua dalam mendampingi anaknya. Mereka dapat mengarahkan anak-anak mereka untuk membuat KTI sesuai dengan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki.
Refleksi
Refleksi yang dapat saya lakukan dari program ini yaitu mempelajari hal-hal yang dapat menghambat keberhasilan program ini, sehingga ketika nanti program ini diterapkan secara berkelanjutan tidak ada lagi hambatan-hambatan yang ditemui.
Penerapan Ke Depan (Future)
Rencana Perbaikan
Untuk perbaikan program ini ke depannya yaitu mensosialisasikan jalur hukum bagi yang melakukan plagiat terhadap hasil karya orang lain. Selanjutnya lebih meningkatkan lagi komunikasi antara guru, siswa, dan orangtua sehingga guru dapat mengontrol/memonitoring pekerjaan siswa, melakukan pembimbingan yang lebih intensif lagi ketika mereka membuat tugas produk agar KTI yang dihasilkan bisa lebih maksimal dan bagus.
Saran-saran
Bagi guru lain yang ingin menerapkan
program ini juga maka hal-hal yang perlu dilakukan yaitu:
1.
Melakukan identifikasi/pemetaan terhadap
minat, bakat, dan potensi yang dimiliki siswa sehingga bisa mengarahkan dan
membimbing siswa di dalam membuat tugas produk.
2.
Membuat kesepakatan dengan siswa terkait
dengan waktu pelaksanaan program.
Berikut dokumentasi pelaksanaan aksi nyata modul 3.3
Pengelolaan program yang berdampak pada murid
Mengomunikasikan dengan kepala sekolah
Guru
pembimbing memberikan penjelasan tentang KTI
Guru pembimbing melakukan monitoring dan evaluasi
Demikianlah
hasil aksi nyata pada modul 3.3 pengelolaan program yang berdampak pada murid
yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat.
Comments
Post a Comment